Jumat, 06 Juli 2012

KALA gALAU MELANDA


Para sahabat muda yang baik, ada kalanya pikiran kita menjadi kacau karena sebab-sebab tertentu. Kalau pikiran sudah kacau, dunia ini terasa sumpek dan ngebetein abis, tuing tuing tuing. Saat kita marah besar, pikiran-pikiran buruk terasa mendominasi benak kita. Saat putus asa melandapun, pikiran-pikiran beracun terasa memenuhi benak kita. Sebenarnya bukan hanya ketika marah dan putus asa saja pikiran negatif ini nongol, akan tetapi ketika sikap yang kurang baik muncul, pikiran negatifpun suka muncul. Weleh-weleh, cape dech kalau sudah begini. Rasanya seperti di dasar laut yang gelap gulita.

Saat putus asa melanda misalnya, hidup terasa kacaua balau. Tak hanya itu kawan, hati kita terasa keruh bagai air kopi dalam gelas. Wuiih, serem bho. Itulah pengaruh bisikan jahat setan terhadap jiwa kita. Misalnya, ketika kegagalan datang  bertubi-tubi, kitapun bisa kehilangan semangat dan bingung tujuh keliling. Ujungnya kita putus asa dan berucap,” Duh, kayaknya aku tak mungkin berhasil mencapai apa yang kuinginkan. Mungkin sebaiknya aku berhenti berusaha saja.” Itulah kata-kata yang bernada putus asa. Jiwapun terasa lesu, badan terasa lemah, dan wajah tampak murung.

Jadi, kalau hati lagi keruh bagai air kopi, kita harus bagaimana dong? Begini sahabat muda, kita semua tak jarang mengalami kekacauan hati. Demikian juga dengan saya. Jika ini terjadi, saya mencoba mencari tempat yang tenang yang jauh dari keributan. Setelah suasana terasa tenang, saya mencoba melakukan relaksasi. Saya duduk dengan tenang sambil otot seluruh badan dilemaskan. Kalau perlu saya menutup mata agar pikiran saya bisa istirahat. Tentu saja jangan lupa berdoa memohon petunjuk kepada Allah.

Ketika pikiran dan badan telah terasa tenang, saya mencoba berdialog dengan hati sendiri. Ketika suara kejujuran hati mulai terdengar, pikiran-pikiran jernihpun terasa muncul ke alam sadar. Nah, sohib muda sekalian, ketika itu saya bisa melihat beberapa pikiran beracun dalam benak saya yang wajib saya singkirkan. Agar lebih jelas, mari kita lihat contoh dialognya:
“Apakah yang kuinginkan?” saya mencoba bertanya ke dalam hati sendiri.
“Ketenangan,” ketika itu saya baru menyadari memang saya ingin hidup tenang.
“Apakah dengan marah besar, benci, putus asa, apa yang kita inginkan akan terwujud dan hidup kita menjadi tenang? Apa manfaatnya berputus asa?” suara hati itu bertanya lagi kepada saya.

Saya mencoba berpikir dengan jernih untuk beberapa saat, lalu jawaban paling baikpun muncul,” Tidak!!! Itu semua tak berguna, malahan hanya merusak kebahagiaan hati saja.”

“Kalau memang semua pikiran jahat itu tak membuat hati jadi tenang dan tak akan pernah membawa kita ke tempat yang kita tuju, kenapa pikiran-pikiran itu masih dipelihara?” suara hati itu kembali bertanya.

Sayapun menyadari kebodohan saya, karena tak mampu melihat mana pikiran yang baik dan mana yang buruk. Setelah itu sayapun bertekad untuk melawan pikiran-pikiran beracun yang mendorong hati untuk putus asa. Karena hidup adalah ujian, maka pikiran-pikiran beracun tersebut tentu akan selalu dibisikkan oleh setan agar kita terjerumus dalam perangkapnya. Demikian dari saya, semoga tulisan singkat dan sederhana ini bermanfaat bagi sahabat sekalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar